Indonesia memiliki keberagaman budaya, letak geografis, dan kearifan masyarakat serta  didukung oleh tradisi yang kental. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan  menjadikannya salah satu tempat tujuan wisata yang perlu untuk dikunjungi. Namun teryata  masih banyak juga potensi wisata yang belum tereksplore dengan baik dan sedikit orang mengetahuinya.  Dua masalah ini menjadikan salah satu kendala untuk perkembangan pariwisata Indonesia. Disamping itu masalah lain yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM)  untuk mampu mengemas dan menjual paket wisata menjadi destinasi favorit. Sehubungan dengan hal tersebut Kementerian Pariwisata kembali bekerjasama dengan Program Studi D3 Usaha Perjalan Wisata (UPW) Fakultas Ilmu Budaya UNS menggelar Pelatihan Dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan Goes to Campus di Ruang Seminar Fakultas Kedokteran, Senin (29/07/2019).

Menurut Reza Rahmana Kaloka, Kepala Bidang Pengembangan SDM Kepariwisataan dan Sertifikasi Kompetensi Kementerian Pariwisata, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian dan kapasitas tentang kepariwisataan bagi generasi muda khususnya  mahasiswa dengan cara memberikan pemahaman mengenai dampak ekonomi dari aktivitas pariwisata serta untuk menciptakan kader atau agen yang aktif dalam pengembangan pariwisata.

Kegiatan sehari  ini meliputi Pelatihan SDM dan pengenalan mengenai kompetisi foto pariwisata. Pada sesi pertama adalah pengenalan Indonesia Sustainable Tourism Photo Competition (ISTPC) 2019. Hadir sebagai narasumber adalah Valerina Daniel selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan yang mengepalai dan menjadi juri pada ISTPC 2019.

Kompetisi foto beserta vlog ini diselenggarakan melalui akun Instagram @indtravel dan @pesona_travel dan ditujukan untuk anak muda baik dari dalam maupun luar negeri untuk menarik mereka agar lebih memahami dan memilih untuk kegiatan berwisata yang berkelanjutan.

Selaku narasumber, Valerina Daniel mengungkapkan, “Kami memutuskan untuk memakai 3P, yaitu People, Planet, Prosperity atau Pariwisata Berbudaya, Lestari, dan Sejahtera sebagai tema ISTPC tahun ini”.

“Kami ingin anak-anak muda yang tertarik berpartisipasi untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai pariwisata berkelanjutan dan menerjemahkannya di dalam foto-foto dan vlog yang mereka submit. Mereka juga harus jelaskan pendapat mereka mengenai apa itu pariwisata berkelanjutan dan apakah itu penting untuk mereka dan mengapa memilihnya,” lanjut Beliau dihadapan peserta dan tamu undangan yang hadir.

Sesi kedua adalah Pelatihan Dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan Goes to Campus. Hadir sebagai narasumber adalah Wisnu Bawa Tarunajaya dari Kemenpar dan Marimin, doktor dan dosen Prodi D3 UPW Fakultas Ilmu Budaya.

Wisnu Bawa Tarunajaya dengan materinya produk wisata dan sikap melayani mengungkapkan, “Kepariwisataan sudah menjadi keunggualan industri yang paling memungkinkan karena memiliki efek ganda yang sangat besar”.

Beliau menegaskan, “Kalau pariwisata berkembang, industri yang lain juga akan ikut berkembang. Sebab pariwisata akan memberikan keuntungan secara langsung kepada masyarakat di sekitas yang menyediakan produk wisata misalnya  souvenir, makanan atau kuliner, biro jasa perjalanan wisata dan tempat yang menjadi simbol/ikon dari wisata itu.”

Pelatihan  dari pagi sampai sore hari ini diikuti kurang lebih 300-an peserta dari mahasiswa dan kalangan pelajar di Soloraya. Mereka sangat antusias dan tertarik dengan kegiatan ini. Dalam kegiatan tersebut juga diinformasikan bahwa ISTPC 2019 tahap kedua akan berlangsung selama 4 minggu pada tanggal 29 Juli 2019 pukul 00:00 WIB dan akan berakhir pada tanggal 25 Agustus 2019 pukul 23:59 WIB. Di akhir kegiatan mereka mengajak peserta untuk ikut berpartisipasi dalam Indonesia Sustainable Tourism Photo Competition (ISTPC) 2019 dan dapatkan hadiah perjalanan untuk enam orang pemenang ke Raja Ampat! Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website sustainable.indonesia.travel

Selepas kegiatan ini berakhir, Deria Adi Wijaya, Kaprodi D3 Usaha Perjalanan Wisata FIB mengharapkan bahwa semua peserta yang hadir untuk ikut berperan memajukan kepariwisataan di Indonesia. Peran sumber daya manusia sangat penting. Karena indonesia itu luar biasa. Apapun saat ini bisa menjadi materi mata uang pariwisata atau tourism currency yang tidak terbatas.”

%d bloggers like this: