English Access Microscholarship Program Site Surakarta–Indonesia merupakan program kerjasama antara Lembaga Bahasa Internasional (LBI) Fakultas Pengetahuan Ilmu Budaya (FIB) UI dengan RELO, sebuah program pengabdian masyarakat dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.  Selama dua tahun LBI FIB UI memberikan kepercayaan pada Prodi Sastra Inggris FIB UNS untuk mengelola salah satu programnya yakni  English Access Microscholarship Program Indonesia.

Kini program tersebut telah berjalan selama kurang lebih tiga semester. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah  English Camp, Community Project, dan Weekend Workshop. Sedangkan, English Holiday Program merupakan kegiatan kelima.

Kegiatan digelar selama empat hari (28 April – 1 Mei) dan diikuti sekitar 60 siswa. Sengaja dilaksanakan pada akhir pekan dan libur panjang agar memberikan atmosfer berbeda kepada siswa Access dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Para siswa diajak berpartisipasi dalam banyak kegiatan seperti workshop, kuis yang mengasah pengetahuan seputar sejarah dan budaya Amerika, bernyanyi, menari, mendongeng dan kompetisi antar kelompok yaitu Alaskan Baseball, Jump Jump!, FFEACH Game, dan Spelling Bee. Hari terakhir  Access mengundang orang tua atau wali murid untuk ikut bergabung.

Dewi Resminingayu, fasilitator dari UI mengapresiasi positif kegiatan ini. “Saya bahagia dan bangga, karena siswa Access disini aktif dan lancar berbahasa Inggris,” unggap beliau disela-sela acara yang diselenggarakan di FIB UNS tersebut.

Cara belajar Bahasa Inggris dalam program ini memang berbeda dengan belajar di bangku sekolah/kuliah. Siswa Access diajak untuk mengamati, mencatat, mengimplementasikan dan mempresenstasikan apa yang diajarkan oleh staff pengajar.

Sedangkan di hari terakhir, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Riyadi Santosa mengatakan, ”Kami mohon Bapak/Ibu para orang tua/wali siswa untuk selalu mendorong putra-putrinya untuk terus aktif belajar dan mengembangkan softsklill”.

“Kepada staff pengajar  serta fasilitator mohon memberikan wadah bagi alumni Access.  Setelah mereka lulus agar terorganisir, saling memdukung dan belajar bersama-sama khususnya dalam berbahasa Inggris,” lanjutnya dihadapan peserta, fasilitator dan orang tua siswa yang hadir pada kesempatan tersebut.

 Ada satu kemeriahan yang ditampilkan oleh siswa Access pada puncak kegiatan EHP senin (4/5) pagi. Siswa Access unjuk gigi dalam menampilkan Musical Performance yang khusus dipersembahkan untuk Orang Tua dan wali yang telah hadir pula dalam acara tersebut. Penampilan siswa Access pun memecah kemeriahan dan gelak tawa para Orang Tua dan wali yang turut hadir pada acara tersebut.

Enam puluh siswa yang telah dibagi menjadi enam kelompok unjuk gigi dalam bernyanyi, menari dan membuat drama pendek dengan diiringi lagu-lagu tradisional Amerika seperti Oh Susanna, Jamaica Farewell, Yankee Doodle, dan lainnya.

Di akhir acara, kemeriahan pun semakin bertambah ketika Sean Stellfox, fellow dari RELO, mengajak para Orang Tua atau wali untuk menari Cha Cha Slide bersama siswa Access. Orang Tua dan wali tampak antusias dan senang, tak luput dengan Dekan FIB dan Kaprodi Sastra Inggris yang juga ikut menari bersama siswa Access.

Dalam sesi pesan dan kesan, salah satu orang tua dari siswa Access mengutarakan bahwa dia sangat berterima kasih karena dengan program Access ini. Menurutnya,  anaknya mengalami peningkatan dalam berbahasa Inggris, bahkan tak segan dia (anak) mengoreksi bahasa Inggris yang diucapkannya. Harapannya, program Access ini dapat berguna dan menjadi gerbang kesuksesan bagi anaknya di masa yang akan datang.

%d blogger menyukai ini: