whatsapp-image-2016-12-04-at-7-48-04-am-1Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (FIB UNS) mulai dijadikan referensi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Tenggara. Dua dosen FIB UNS baru-baru ini diundang ke Universiti Utara Malaysia di Kedah, Malaysia Selasa-Rabu (29-30/11). Dua dosen tersebut adalah Prof. Riyadi Santosa dan Prof. Sahid Teguh Widodo.

Di depan mahasiswa program doktoral College of Arts and Sciences UUM, Riyadi menyampaikan kuliahnya berjudul ‘Systemic Functional Grammar and Discourse’. Menurut Riyadi, Systemic Functional Grammar merupakan sebuah konsep linguistik yang lebih memprioritaskan bagaimana masyarakat menggunakan bahasa, bukan pada bentuk bahasa yang digunakan. Pendekatan ini lebih melihat bahasa berbasis makna dan tujuan penggunaanya.

Sementara itu, Sahid menyampaikan materinya bertajuk ‘Developing Research Methodology in Ethnolinguistics’. Ia menyampaikan hasil risetnya dalam mengembangkan model pengembangan metode penelitian etnolinguistik. Ia menyampaikan paradigma baru dalam penelitian etnolinguistik yang memanfaatkan asumsi, tradisi, dan world view peneliti. Dengan memanfaatkan tiga hal ini, paradigma yang ia tawarkan memeliki kekhasan dengan menempatkan kerangka teori agar lebih operasional dalam penelitian etnolinguistik.

whatsapp-image-2016-12-04-at-9-23-40-amKuliah tamu ini merupakan bagian dari kerjasama Universitas Sebelas Maret dan Universiti Utara Malaysia yang sudah berlangsung sejak 2009. “Setelah ini, kami akan melakukan beberapa kegiatan lain. Insya Allah, tahun depan kita akan ada joint conference, joint-research, dan pertukaran mahasiswa. Beberapa mahasiswa UUM akan kuliah di FIB UNS selama satu semester mulai Februari 2017,” papar Riyadi, yang juga Dekan Fakultas Ilmu Budaya, UNS.

%d blogger menyukai ini: