Kisah tentang kota-kota di Indonesia dapat dilihat dari rekaman penanda kota seperti patung, bentuk dan fungsi bangunan, nama jalan, tokoh kota maupun karya sastra. Rekaman penanda di atas akan terasa perubahannya ketika berada dalam pengaruh pemerintahan kolonial sampai pasca-kolonial.

Dalam perjalanan waktu, kemudian muncul pertanyaan bagaimana gambaran kota-kota di Indonesia dalam proses perubahan dari era pra-kolonial hingga pasca-kolonial; apakah perubahan itu juga mempengaruhi bentuk rekaman tentang kota?

“Kedua pertanyaan tersebut akan dijawab dalam  kegiatan seminar Internasional “Indonesia: Art and Urban Culture”,  kata Insiwi Febriary Setiasih, panitia sekaligus staf pengajar prodi Ilmu Sejarah FIB. Kegiatan hasil kolaborasi apik dari tiga prodi di FIB ini akan diselenggarakan tanggal 11-12 Oktober 2016 di Hotel Sahid Jaya Solo.  Mendatangkan   pembicara kunci Dr. Himar Farid (Direktur Jenderal Kemendikbud RI) dan 6 pembicara panel dari dalam dan luar negeri.

Lebih lanjut Insiwi menambahkan, “Kami ingin mengajak  mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas untuk mengikuti kegiatan ini. Info lengkap bisa dibaca di leaflet unduh disini dan pendaftaran di website FIB:  http://fib.uns.ac.id/auc/registration/. Kami tunggu partisipasinya”.

%d blogger menyukai ini: