Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya UNS, Minggu (5/2) sukses menggelar Pemecahan Rekor MURI Menulis Aksara Jawa Terpanjang 500 M di Atrium Solo Paragon. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama FIB dengan Panitia Solo Imlek. Tema yang diambil adalah “Merajut Kebhinekaan, Memperkokoh NKRI”.

Dalam sambutannya Dekan FIB, Riyadi Santosa, mengatakan, “Kegiatan menulis aksara Jawa ini diselenggarakan agar masyarakat kota Solo terguggah bahwa mereka masih memiliki warisan luhur yakni aksara Jawa”.

“Semoga ke depan terdapat lagi event-event yang terselenggara baik lewat pemecahan rekor MURI seperti ini maupun bidang kompetisi lain yang diselenggarakan bagi generasi muda”, lanjut Riyadi Santosa.

Kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan branding kota Solo yang syarat dengan kebhinekaan yang tinggi ini, diikuti sekurangnya 500-an peserta. Mereka datang dari berbagai kalangan baik akademisi, budayawan serta masyarakat umum. Asal peserta pun beragam, dari Soloraya maupun diluar seperti Jakarta, Jawa Timur serta luar Jawa. Satu peserta dari Mexico yang belajar di ISI Surakarta turut serta memeriahkan kegiatan tersebut.

Pada kegiatan sehari tersebut, para peserta diminta menuliskan kalimat berupa peribahasa, kata-kata mutiara serta falsafat hidup dalam Bahasa dan aksara Jawa yang disediakan panitia.

Di tempat terpisah, Supana, Kaprodi Sastra Daerah FIB mengungkapkan harapannya, “Pemecahan rekor MURI menuliskan aksara Jawa ini diharapkan masyarakat lebih mengenal, mencintai aksara jawa dan bangga terhadap budayanya. Dengan sikap bangga ini akan membangkitkan jiwa untuk menghargai dan mempertahankan dan mengembangkan budayanya sendiri.”

%d blogger menyukai ini: