• Pengembangan Kemandirian Bangsa

Sudah saatnya mahasiswa sekarang tidak hanya berpikir secara inboard namun harus outboard. Setidaknya itu adalah kesan pertama yang muncul dari seorang Azril Azhahari dalam  kegiatan kuliah umum yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Budaya UNS, Senin (5/9).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa baru mengenai visi dan misi FIB serta membuka wawasan tentang kebudayaan dengan berbagai aspeknya yang kemudian dipelajari lebih mendalam di program studi masing-masing.

Azril Azhahari, pembicara dari Bandung adalah seorang pakar sekaligus ketua cendikiawan kepariwisataan Indonesia. Pada kesempatan baik tersebut, beliau menyampaikan tema menarik tentang kepariwisataan yakni “Membangun kemandirian bangsa melalui pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya” di hadapan 300 mahasiswa baru FIB angkatan 2016.

“Secara umum, daya tarik kepariwisataan adalah keunikan dan keotentikan. Sudah sepantasnya kita bersyukur, banyak wilayah di Indonesia memilikinya. Dan seiring dengan perkembangan kepariwisataan dunia saat ini, ternyata ada perubahan tren lama ke baru, yakni yang semula  sun, sand, sea menjadi serenisy (ketenangan), sustainability (keberlanjutan) dan spirituality (ketenangan). Bali menjadi bagian rekomendasi bagi turis-turis di dunia”, jelas Azril Azhahari.

Sementara itu, Dekan FIB Prof. Riyadi Santosa menyambut positif kegiatan kuliah umum ini. “Perkembangan ilmu kepariwisataan, sangat mendukung terwujudnya visi dan misi FIB. Harapan kita bersama, FIB sebagai fakultas maju, unggul, dan terpercaya di tingkat internasional dalam ilmu humaniora yang bertumpu pada budaya nasional, terutama nilai-nilai luhur budaya jawa ”, dapat kita wujudkan,”  kata Riyadi.

%d blogger menyukai ini: