Access Microscholarship area Solo bekerjasama  dengan Nalico Natural Living Commonity dan Bibit Puisi menggelar kampaye hijau di area Car Free Day (CFD), Minggu, (18/12). Kegiatan yang berpusat di jalan Slamet Riyadi, Solo tersebut berlangsung sehari dan melibatkan pula 50-an siswa Access. Adapun tema yang diambil “Clean the Environment”.

Acara ini didukung penuh oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (FIB UNS) (mitra kerjasama LBI Jakarta dalam penyelenggaraan Program Access Microscholarship 2016 – 2018), RELO kedutaan Besar Amerika Serikat, dan LBI UI Jakarta.

Banyak cara yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan peduli lingkungan. Access memilih cara unik, kreatif dan edukatif. Diantaranya mengajak para siswa Access menciptakan rangkaian kegitaan yang akan dilakukan berdasarkan ide masing-masing siswanya, sehingga hasilnya beragam mulai dari paparan sampai dengan menciptkan permainan kreatif.

Ternyata antusias pengujung CFD luar biasa. Mereka ikut berkreatif membuat hiasan dinding dari kertas Koran bekas dan mengecatnya dengan cat disediakan. Pengunjung diajak memainkan Throw Your Trash. Permainan ini menarik karena pengunjung dapat melemparkan sampah yang mereka temui di sekitar mereka untuk dilemparkan ke dalam kardus sesuai dengan kategori jenis sampah: plastik, kertas atau organik.

Meski tampak sederhana tapi ternyata tidak mudah untuk dapat melemparkannya dengan jarak tertentu dan masuk sasaran. Pengunjung yang dapat menyelesaikan permainan juga memperoleh hadiah berupa hiasan yang terbuat dai barang bekas hasil karya peserta Access sendiri, juga turu serta mendatangani petisi “Tidak Membuang Sampah Sembarangan” sebagai upaya memberikan pemahaman moral kepada para pengunjung CFD akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Pada kesempatan itu, Nalico dan Bibit Puisi, ikut membagikan bibit tanaman secara gratis bagi pengunjung yang bersedia membaca puisi tentang alam. Selain peduli lingkungan, cara ini mampu meningkatkan minat literasi terhadap puisi, baik yang berbahasa daerah, Indonesia, maupun Inggris.

 

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari Sean Stellfox, Staff pengajar RELO (Regional English Language Officer) Kedutaan Besar Amerika Serikat, yang hadir dalam acara tersebut. “Senang sekali saya bisa bergabung dengan beberapa komunitas yang peduli lingkungan”, kata Sean, “Melalui kampanye hijau ini, kita dapat menyampaika pesan pentingnya menjaga lingkungan bagi masyarakat”, lanjutnya.

Fenty Kusumastuti, salah satu staff pengajar FIB sekaligus pengajar Program Access Iberharap, “Melalui kampaye hijau, Access mampu menyuarakan betapa pentingnya lingkungan bagi keberlanjutan kehidupan. Dan saya ingin, para siswa Access ikut berperan di sini”.

%d blogger menyukai ini: